Mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Selandia Baru (yang dalam tulisan ini mengacu ke kota Auckland) memiliki banyak opsi mengenai tempat tinggal. Ada mahasiswa yang memilih untuk mencari tempat tinggal sementara sekitar dua tiga minggu sebelum mencari yang tepat. Saya pribadi tidak ingin direpotkan dengan pindahan sehingga langsung ingin mencari yang lebih permanen. Yang terpenting adalah mengetahui preferensi pilihan diri dan riset atau tanya sana-sini. Beberapa pertimbangan yang perlu dipikirkan adalah lokasi, harga, penghuni lainnya (dengan mahasiswa asing atau orang Indonesia), dan fasilitas yang ditawarkan akomodasi tersebut. Berikut adalah pilihan akomodasi yang ada:

1. Akomodasi Kampus

Sebagian besar orang menganggap bahwa tinggal di akomodasi kampus itu cenderung mahal. Namun, setelah melakukan riset dan perbandingan, menurut saya akomodasi kampus dapat menjadi alternatif terbaik. Dengan harga yang sedikit lebih mahal dari apartemen swasta (terkadang apartemen swasta juga bisa lebih mahal daripada akomodasi kampus), fasilitas yang ditawarkan lebih banyak dan lokasi dekat dengan kampus.

Sebagai contoh, saya sendiri saat ini tinggal di Carlaw Park Student Village, salah satu akomodasi terbaru dari The University of Auckland. Lokasinya 15 menit jika berjalan kaki ke kampus (kampus saya di City Campus. Untuk lokasi kampus di Newmarket, Epsom, dan lain-lain, universitas juga memiliki akomodasi lain di area tersebut.). Harga sewa per minggu periode ini sebesar 228 NZD dan itu sudah mencakup air, listrik, koneksi internet kampus (maksimal 10 giga per bulan), dan free membership untuk bergabung di gym kampus. Saya tinggal di satu flat berisi empat kamar yang masing-masing dihuni mahasiswa UoA. Dapur, toilet, dan kamar mandi digunakan berempat.

Menurut saya, akomodasi kampus ini termasuk yang paling nyaman dengan kamar yang relatif luas, fasilitas tambahan seperti ruang laundry, communal lounge untuk berkumpul, ruang belajar, tempat parkir mobil (ada biaya tambahan), keamanan, dan acara bulanan yang diadakan oleh manajemen akomodasi untuk para mahasiswa. Ada juga apartemen isi 2-3 kamar yang dapat disewa untuk keluarga. Poin minus dari tinggal di akomodasi kampus yang bukan studio (ada akomodasi yang menawarkan kamar studio dengan dapur dan kamar mandi di dalam kamar) adalah kita tinggal dengan mahasiswa asing yang barangkali karakter atau latar belakang budayanya berbeda dari kita. Terlepas dari masalah klasik ini, kita sebetulnya berpeluang untuk memperluas jaringan internasional. Informasi mengenai akomodasi kampus dapat ditemukan di laman universitas masing-masing. Oh ya, sebagai informasi, periode kontrak minimal di akomodasi kampus biasanya 21 minggu sehingga tidak cocok dijadikan opsi bagi mereka yang ingin tinggal dalam jangka pendek.

2. Apartemen Swasta

Banyak apartemen swasta yang disewakan dengan harga yang lebih murah. Untuk mahasiswa yang tinggal sendiri, Central Hostel di St Paul Street bisa menjadi pilihan dengan harga sewa berkisar 185 NZD (untuk single room dengan dapur dan kamar mandi yang digunakan oleh sekitar sepuluh orang) sampai 280 NZD (untuk studio room, bisa dihuni dua orang). Tempat tinggal seperti ini lebih cocok untuk mereka yang memprioritaskan privasi. Ada juga flat swasta berisi dua atau lebih kamar, misalnya The Beach, Waldorf, atau Forte (ketiganya lebih dekat ke City Campus), untuk disewa bersama-sama dengan mahasiswa Indonesia lainnya. Pilihan ini tentu menarik karena home sick mungkin jarang terjadi dan mereka bisa memasak bersama setiap hari. Namun, pada umumnya, flat swasta ini (harga sekitar 460-700an NZD per minggu) belum mencakup listrik dan internet sehingga perlu biaya tambahan. Mahasiswa yang membawa keluarganya biasanya memilih opsi ini.

3. Home Stay

Ada beberapa orang Indonesia yang bekerja di Auckland dan menawarkan kamarnya untuk disewakan. Biasanya mereka tinggal di suburb seperti North Shore. Enaknya adalah mahasiswa akan serasa tinggal di rumah tetangga di Indonesia. Akan tetapi, pilihan ini lebih cocok untuk mereka yang jarang ke kampus (misal mahasiswa PhD atau masters yang sedang mengerjakan tesis tanpa perlu sering ke kampus) karena mereka perlu naik bus. Harga sewa per minggunya sekitar 150-170 NZD, tergantung kebijakan pemilik rumah, termasuk apakah listrik dan internet sudah dalam biaya tersebut atau belum. Banyak juga keluarga asli Selandia Baru yang menawarkan home stay dan terkadang keluarga tersebut menyediakan makanan harian dengan tambahan biaya (walaupun menurut salah seorang mahasiswa di sini, makanan yang disajikan adalah a la Barat dan tidak sebanyak porsi orang Indonesia).

4. Sewa Rumah

Prinsip sewa rumah ini sama dengan flat swasta tapi biasanya lokasi terletak lebih jauh dari kampus. Hal ini dapat dilakukan dengan menyewa rumah bersama mahasiswa atau pekerja Indonesia lainnya atau dengan mendaftar jadi flatmate di rumah yang sudah dihuni sebelumnya tapi masih memiliki kamar kosong. Situs yang paling sering menjadi rujukan adalah www.trademe.co.nz di bagian Flatmates Wanted. Ada daftar orang-orang yang mencari penghuni untuk berbagi sewa dengan mereka dengan harga yang bervariasi mulai dari 135 NZD (misal bunk bed room) sampai 300 NZD (yang mewah tengah kota). Sayangnya situs tersebut hanya bisa digunakan oleh mereka yang sudah tinggal di Selandia Baru. Cara mengakalinya adalah dengan meminjam akun teman yang sudah tinggal lebih dahulu di sini.

Informasi yang saya tulis di atas adalah murni berdasarkan pengalaman pribadi selama dua bulan tinggal di sini sehingga barangkali ada banyak poin yang kurang akurat. Jika teman-teman masih merasa kesulitan, jangan sungkan untuk menghubungi Koordinator Awardee LPDP Selandia Baru atau PPI Auckland http://ppiauckland.com/perwakilan-mahasiswa-student-representative/ bagi yang akan tinggal di Auckland. Semoga sukses!

Lavinia Disa Winona Araminta
Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP PK-33
Applied Linguistics, The University of Auckland

3 Comments

  1. Bisakah saya minta alamat email Lavinia untuk info ttg akomodasi mahasiswa di Auckland..? dalam waktu dekat saya akan mengunjungi Auckland unt penelitian selama 2 bulan (October = November).

    Alfiana
  2. Haii mba, anak saya rencana sept 2018 akan ke taylor collage dulu sblm ke universitas.. .. dia berdua dg teman SMA nya, rencana biar murah akan sewa apartment yg 2 kamar biar harga sewa ditanggung renteng/bersama. Bisakah saya dpt info2 apartmentnya.
    Oya anak saya dan temannya laki2 semua.. prefer ada dapur buat masak sendiri biar irit. Terimakasih sblm dan sesudahnya.

    Santi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.