Crash Course : Education System in Belgium

Halo teman-teman, sekarang saya mau share pengalaman kehidupan sebagai mahasiswa di sini. Berhubung saya kuliah di daerah Flanders, saya akan sedikit membahas mengenai sistem perkuliahan di wilayah ini.

Pada saat saya tiba di Belgia, saya diminta untuk melakukan daftar ulang di Stadscampus (Central Campus) dengan membawa dokumen-dokumen yang diperlukan, terutama LoA yang sebelumnya dikirimkan via pos dan formulir daftar ulang yang telah diisi. Kemudian kita akan mendapatkan account untuk melakukan pemillihan course yang akan diikuti selama 1 tahun. Account ini akan aktif setelah 24 jam kita melakukan daftar ulang di Stadscampus. Setelah selesai daftar ulang maka kita akan difoto untuk pembuatan kartu mahasiswa. Kartu mahasiswa ini multifungsi dan sangat penting, terutama untuk meminjam buku dan mendapatkan diskon khusus student ^o^. Kartu ini akan dikirimkan ke alamat housing bila kita sudah membayar biaya course yang akan kita ikuti.

Setelah 24 jam berlalu, kita bisa log in ke website khusus universitas, contohnya di sini. Sistem yang digunakan tentunya adalah European Credit Transfer and Accumulation System (ECTS). Seorang student harus menempuh 60 ECTS per tahun akademik yang dijalani (setara dengan 1500-1800 jam kuliah). Setiap jenjang memiliki akumulasi ECTS yang berbeda untuk bisa lulus dan mendapatkan gelar. Untuk tingkat sarjana (bachelor) harus menempuh 180-240 ECTS (3-4 tahun), tingkat magister (master) harus menempuh 60-120 ECTS (1-2 tahun), sedangkan untuk doktoral (PhD) ECTS yang diperlukan bervariasi. ECTS ini tidak hanya berasal dari regular course, tapi bisa juga didapat dari external course, seminar, atau training. Fungsi dari ECTS ini sebagai ‘nilai tukar’ antar universitas di Eropa. Jadi ada jurusan yang bisa di-‘mix and match’ tanpa perlu mengulang keseluruhan proses pembelajaran ^_^.

Di University of Antwerp, semua mahasiswa baru memiliki jatah 60 ECTS yang bisa digunakan untuk mengikuti course yang diminati. Bila kita sukses menyelesaikan course tersebut maka ECTS yang tadinya kita gunakan untuk memilih course tersebut akan dikembalikan ke account kita dan bila kita gagal maka ECTS itu akan hangus. Sebagai contoh, di tahun pertama kita akan mengikuti course dengan total 60 ECTS. Total ECTS yang ada di account kita sekarang = 60 – 60 = 0 ECTS. Bila di akhir tahun pertama kita berhasil menyelesaikan semua, maka kita akan mendapatkan full 60 ECTS yang sudah dipakai ditambah dengan ECTS baru di tahun kedua (0+60+60=120 ECTS). Bila kita gagal di beberapa course dan hanya menyelesaikan 30 ECTS, maka di tahun kedua jatah ECTS kita akan berkurang (0+30+60=90 ECTS). Jumlah ECTS yang akan diikuti ini juga menentukan biaya per tahun akademik yang harus dibayarkan. Jadi harus lihai berstrategi untuk mengikuti course, terutama bila kita berminat melanjutkan pendidikan di negara Eropa lainnya.

Penilaian pada setiap course dilakukan berdasarkan sistem 20 poin. Untuk bisa dinyatakan lulus dalam satu course, kita harus bisa mendapatkan nilai 10 dari 20 poin. Sumber nilai ini bisa bermacam-macam, ada yang full dari assignment, pembagian persentase antara assignment dan ujian, atau full dari ujian. Nah, kalau kita sudah mengetahui perolehan ECTS untuk semua course, kita perlu melakukan konversi terlebih dahulu untuk mengetahui nilai kita berdasarkan sistem GPA, contohnya di sini.

Untuk sistem kuliah dan ujian kurang lebih sama seperti di Indonesia. Kuliah diadakan di kelas dengan professor, ada tugas-tugas yang harus dikerjakan, dan tentunya… apalagi kalau bukan ujian! Ujian diadakan di akhir semester untuk semua course yang diikuti dalam bentuk tertulis maupun oral. Bulan Januari dan Juni adalah waktu ujian akhir semester bagi semua fakultas, jadi di bulan ini sangat terasa nuansa mahasiswa yang sedang stress belajar ^o^v.

Oke sekian dulu share pengalaman saya kali ini, berhubung masih bulan ujian jadi harus belajar lagi…hehehe. Semoga tulisan saya bermanfaat bagi teman-teman.

 

Yessika Adelwin Natalia

BPI LPDP PK-33

Master of Epidemiology, University of Antwerp, Belgium

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *