Hai.

Nama saya Rodri, awardee LPDP PK-33 Suryanara. Saat ini sedang menjalani Master of Science in Global Health and Development di University College London, UK. Di sini saya akan mencoba berbagi sedikit tentang perjuangan saya dari pertama kali memutuskan untuk mengambil S2 keluar negeri sampai detik ini. Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian, dan masih akan berlanjut selama masa pendidikan ini (lumayan, bisa curcol).

Pertama kali setelah memutuskan untuk mengambil S2, saya langsung memutuskan untuk mengambil di luar negeri. Alasannya simpel. Satu, ilmu yang saya inginkan adalah ilmu yang masih terbatas di dalam negeri. Kedua, ilmu yang saya inginkan adalah ilmu sosial yang membutuhkan tukar pikiran dengan orang-orang multidisiplin dengan berbagai pandangan, dan hal tersebt hanya bisa diperoleh di universitas yang menerima mahasiswa internasional dari berbagai penjuru. Ketiga, emang pengen punya pengalaman tinggal di luar negeri :D.

Mungkin saya adalah salah satu orang gila dalam hal memilih universitas. Setelah mendaftar semua universitas terbaik dunia berdasarkan Times, QS, dan ARWU, saya kemudian memilih universitas yang memang menyediakan jurusan yang dituju, juga berdasarkan negara dengan sistem kesehatan terbaik. Oh ya, berhubung saya tidak bisa bahasa asing selain bahasa Inggris, negara berbahasa Inggris atau universitas dengan kelas berbahasa pengantar bahasa Inggris menjadi prioritas. Saya hanya memilih universitas yang meletakkan Global Health atau Public Health sebagai salah satu fokus riset universitas tersebut, yang menandakan bahwa universitas tersebut serius menjalankan program studi itu. Kemudian saya mensortir berdasarkan kurikulum (Excel is really helpful for this!) dan akhirnya memilih 5 universitas yang diinginkan. 3 di UK, dan 2 di Belanda.

Yeah, I am freak that way.

See? I am not lying.

Pesan kecil, jangan memilih universitas berdasarkan semata-mata karena ranking di Times atau QS. Prioritaskan kurikulum, karena setinggi apapun ranking sebuah universitas, kita tidak pernah tahu apakah kurikulumnya akan bermanfaat untuk karir kita nantinya.

Kalau kata Chevening, urutkan pilihan universitas berdasarkan universitas yang anda yakin pasti diterima, sampai dengan universitas yang menurut anda adalah universitas terbaik versi anda.

Untuk UK dan Belanda yang kuliahnya dimulai September-Oktober, tugas admission baru selesai bulan segitu, sehingga biasanya pendaftaran mahasiswa baru juga dibuka bulan segitu. Untuk UK dan Belanda, berdasarkan pengalaman saya, semua universitas membuka pendaftaran sepanjang tahun, dengan prinsip siapa cepat dia dapat. Daftar, anda dianggap layak, masuk. Kuota habis, pendaftaran ditutup. Oleh karena itu, mulailah memantau universitas kesayangan anda dari September.

Apakah Rodri berhasil diterima di universitas yang ia inginkan? Apakah ia berhasil memperoleh beasiswa? Ikuti terus petualangan Rodri hanya di Suryanara.Org!

Rodri Tanoto
Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia
LPDP PK-33

Sumber gambar: https://youlookpretty.files.wordpress.com/2012/07/ylplondon.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.