Sharing Pengalaman Mendaftar dan Mengikuti Beasiswa LPDP

Tulisan ini dibuat atas permintaan dari beberapa teman yang mau mendaftar LPDP Kemenkeu Republik Indonesia. Semangat mencoba dan sukses selalu!

Perkenalkan, saya Wisnu, alumni Teknik Mesin ITB angkatan 2010 (M10). Saya lulus dan diwisuda tanggal 28 Maret 2015.

Awal saya mengikuti pendaftaran beasiswa LPDP, sebelum menghadapi ujian sidang sarjana, beberapa waktu sebelumnya, saya sudah mencoba mendaftar ke Tokyo Institute of Technology (Tokodai) dibawah departemen Environmental Science and Technology, di laboratorium Yoshikawa. Letter of Acceptence (LoA) dari Profesor tersebut (biasa dipanggil sensei = guru) dikeluarkan 11 Oktober 2014. Cukup senang saya sudah diterima di salah satu kampus bergengsi dunia dengan peringkat 59 dunia untuk bidang keilmuan teknik.

Ketika akan mendaftar LPDP, dikatakan bahwa harus sudah lulus perkuliahan, yang artinya sudah lulus sidang minimal, sedangkan saat itu saya masih belum selesai karena waktu wisuda Oktober di ITB, saya tidak terkejar untuk menyelesaikan tugas sarjana saya. Sehingga saya melewatkan pendaftaran periode sekitar bulan Oktober tersebut.

Setitik harapan muncul ketika saya bisa maju untuk sidang sarjana saya pada bulan Januari 2015. Tidak lama dari jadwal saya sidang (16 Januari 2015), ada pengumuman dari LPDP bahwa dibuka pendaftaran lagi dan ditutup tanggal 23 Januari 2015. Pengumuman itu baru saya sadari sekitar 2 minggu sebelum penutupan pendaftaran. Segera saya fokuskan untuk lulus sidang sarjana untuk setelahnya saya bisa meminta “Surat Keterangan Lulus” (SKL) dari Tata Usaha fakultas untuk dapat mendaftar LPDP. Selesai mengikuti sidang sarjana di jurusan saya, besoknya saya meminta SKL tersebut, karena sudah siap di Tata Usaha. Serta saya juga mulai menyiapka dokumen-dokumen lain yang diperlukan.

Sampai detik-detik akhir penutupan, saya masih dalam proses upload dokumen-dokumen yang diminta oleh LPDP. Sampai akhirnya saya menutup laptop pukul 23.30 tanda sudah menyelesaikan semua persyaratan yang diperlukan oleh LPDP.

Pengumuman lolos administrasi diumumkan tanggal 2 Februari 2015. Waktunya cukup singkat dari penutupan sampai pengumuman lolos tahap administrasi. Saya bersyukur nama saya tercantum di data lolos adminsitrasi. Kemudian sekitar tanggal 13-14 Februari 2015, saya mengikuti tahap seleksi yaitu wawancara dan Leaderless Group Discussion (LGD). Hari pertama saya mengikuti LGD. Namanya juga Leaderless, sehingga saya yakin yang dinilai bukan keaktifan dalam diskusi, namun bagaimana saya dengan yang lainnya bisa saling menghargai dalam mengemukakan pendapat dalam suatu forum diskusi. Harus bisa mengontrol agar tidak terlalu aktif, juga tidak terlalu pasif. Karena memang kebersamaan dan menghargai dalam forum diskusi ini. Saat itu kelompok saya medapat topi tentang hukuman mati bagi pengedar narkoba di Indonesia. Topik yang sedang hangat di Indonesia dan pastinya di kelompok kami, semua peserta pro dengan hukuman mati bagi pengedar narkoba. Sehingga tidak menjadikan sebuah masalah dalam forum diskusi tersebut, karena tidak ada kontradiksi. Mungkin mendapat informasi baru seperti rehabilitasi bagi pengguna, manfaat beberapa jenis obat jika tidak berlebihan, karena di anggota kelompok LGD kami ada yang berprofesi sebagai dokter.

Di hari kedua, saya mendapat jadwal wawancara. Seharusnya jadwal saya jam 13.45, namun dimajukan menjadi 08.35 karena disuruh masuk berdasarkan siapa dulu yang hadir. Dalam wawancara, saya dihadapkan dengan 3 orang dimana 2 orang adalah pakar/profesional dan satu lagi adalah seorang psikolog. Awal wawancara, diajak berbicara dengan bahasa Inggris. Awal topik membahas latar belakang saya dan apa kesibukan selama di kampus selain kuliah. Dibahas dengan bahasa Inggris. Kemudian ketika memasuki pembahasan mengenai apa yang akan dilakukan ketika akan berkuliah di Jepang karena sudah ada LoA, mulai menggunakan bahasa Indonesia. Ternyata sakah satu pewawancara saya adalah alumni dengan jurusan teknik mesin juga, sehingga ditanya yang mendalam mengenai topik riset saya di Jepang nanti. Lalu muncul pertanyaan yang selalu ditanyakan berulang-ulang: “Kamu kan riset bagaimana mengubah suatu limbah di Indonesia menjadi suatu energi terbarukan dengan metode Hydrothermal. Nah, kalau oleh orang Jepang dipatenkan riset kamu sebagai riset Jepang bagaimana? Padahal limbah itu adalah salah satu aset negara kita.” Saya menjawab bahwa saya akan selalu melaporkan hasil riset saya ke Indonesia agar cepat dikumpulkan datanya dan dapat dipatenkan oleh Indonesia. Kemudian muncul pertanyaan lagi: “Jika profesor memaksa limbah dari Indonesia diminta dan kamu meminta agar jangan dipatenkan di Jepang, kan di Jepang, profesor itu kan seperti Dewa di kampus, kemudian hubungan kamu dengan profesor menjadi kurang baik, bagaimana?” Saya cukup mulai pusing menjawab pertanyaan tersebut. Namun, saya mendapat sebuah jawaban dari pertanyaan itu Intinya adalah bagaimana kita dapat menunjukkan Nasionalis kita untuk bangsa Indonesia yang butuh banyak perbaikan. Jawaban yang bagaimana memang kita harus memikirkan bahwa kita bersekolah dan dibiayai oleh LPDP karena kita untuk memperbaiki dan memajukan Indonesia.

Dan, pengumuman wawancara dan LGD diumumkan tanggal 10 Maret 2015. Cukup menegangkan dan memuaskan setelah melihat hasilnya. Lolos untuk LPDP 2015. Saat itu juga saya mendapat pengumuman Jenesys 2.0, program student exchange untuk diberangkatkan ke Jepang selama 10 hari. Program Jensys yang saya ikuti adalah Batch 25 dimana masing-masing 10 mahasiswa dari semua negara ASEAN dan Timor Leste berangkat untuk mewakili negaranya masing-masing. Saya saat itu juga ditunjuk sebagai Country Leader sebagai delegasi dari Indonesia. Dan ketika sampai di Jepang, saya masuk dalam kelompok A dan juga ditunjuk sebagai ketua kelompok tersbut.

Beberapa hari setelah pengumuman dari wawancara dan LGD, diumumkan untuk mengikuti Persiapan Keberangkatan (PK) angkatan keberapa. Saat itu saya mendapat angkatan 32, dan jadwalnya bentrok dengan program Jenesys, sehingga saya meminta perpindahan menjadi angkatan 33 (PK 33) agar tetap dapat mengikuti program Jenesys. Cukup beruntung untuk saya bisa mengikuti semuanya.
Hari yang dirayakan seumur hidup sekali akhirnya dirasakan juga: WISUDA SARJANA. Tanggal 28 Maret 2015 saya mengikuti acara tersebut bersama teman-teman jurusan saya dan juga dari jurusan lain dalam satu kampus. Sangat menyenangkan dan juga sekaligus melelahkan.  Hehe… Ucap syukur akan apa yang sudah dilewati sampai hari itu.

Mulailah saya mengikuti program Persiapan Keberangkatan (PK 33) tanggal 13-18 April 2015. Setelah seminggu sebelumnya saya pulang dari Jepang, menyelesaikan program Jenesys. Di acara PK sangat menarik, karena kegiatan diisi dengan charity, seminar dari pembicara-pembicara hebat Indonesia, Outbond, dan bonding antar anggota PK 33. Saat itu saya juga dipercayakan untuk menjadi ketua kelompok 7 (Arkana Abhinaya). Sungguh bersyukur memiliki anggota yang menyenangkan, dari yang agak slenge’an sampai yang punya prestasi luar biasa selama kuliahnya (Jayu mahasiswa terbaik FEUI 2010). Bonding sangat terasa di dalam kelompok sendiri, juga dalam anggota PK 33 (pengabdian tanpa batas). Kegiatan yang diisi dengan berbagai aktivitas dan ditutup dengan closing ceremony di FIB UI tanggal 18 April 2015, sangat menyenangkan. Sangat recommended untuk ikut kegiatan PK ini. Dan menjaga kekompakan angkatan, biar bisa dapat sertifikat semua anggota. Hehe…

Akhirnya saya memilih ke University of Leicester (UoL), UK. Sudah ada LoA dengan jurusan Advanced Mechanical Engineering MSc, Department of Engineering. Kuliah dimulai akhir September tahun ini. Thank You Jesus.

Mungkin ini yang ingin saya ceritakan mengenai bagaimana saya melewati proses seleksi sampai menjadi Awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Semoga menjadi manfaat bagi semua yang membacanya.

God Bless You!

45 Comments

    1. Untuk di jepang yg saya tau, kalau kita bisa menjelaskan ketertarikan kita dengan profesor di sana, maka akan diberikan LoA setelah ada tes wawancara dan tertulis via skype dan email. Dan selama ini menggunakan bahasa inggris

      Kalo di negara benua eropa, sampe saat ini hanya dengan menyertakan dokumen yg dipersyaratkan, kemungkinan sangat besar lolos. Sehingga bisa mendapat LoA unconditional

  1. Halo Mas Wisnu. Saya ada beberapa pertanyaan,
    1. apakah masa berlaku LoA dari Universitas tujuan ada masa kadaluarsanya?
    2. apakah dalam masa PK ada yang bisa gagal berangkat?
    Terima kasih sebelumnya atas jawabannya. Gb.

  2. Mas wisnu mau tanya.
    1. Kalo uda daftar di suatu kampus dan uda dpt LoA dr kmpus itu, trus tidak jadi memasuki kampus itu krn tidak lolos lpdp, itu tidak apa apa kah?
    2. Mengenai kampus mas wisnu yang awalnya diterima di tokodai trus diakhir cerita mas wisnu memilih univ of leicester itu gmna maksudnya mas wisnu?
    Maaf saya kurang faham.

    nurul
    1. Terima kasih nurul atas pertanyaannya. Sedikit menjawab semoga membantu

      1. Sesungguhnya tidak akan jadi masalah besar jika tidak jadi ke kampus tujuan. Mungkin bisa dijelaskan alasannya ke mereka mengapa tidak jadi. Namun kampus tidak akan mempermasalahkan lebih lanjut
      2. Iya, jd sebelumnya diterima di tokodai, kemudian pindah ke kampus UoLeicester untuk mendapat ilmu lain yg lebih menarik minat saya

      Tetap semangat ya!

  3. assalamu’alaikum wr wb kak,,

    saya mau tanya,

    1. apakah didalam persyaratan pendaftaran mengharuskan si pendaftar memiliki bukti kalau kita pernah memimpin organisasi/ sebagainya yg relevan?

    2. di persyatannya ada ” Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan / keilmuan / inovasi / kreasi / budaya” seandainya tidak ada seperti apa kak, apakah masih bisa untuk mendaftar??

    terimakasih sebelumnya kak..

    wassalamu’alaikum wr wb..

    edy
    1. 1. Sebenarnya tidak perlu bukti apa2 kalau pernah memimpin organisasi atau apapun, bukan jaminan pernah berarti bisa diterima jg, namun jika ada bisa disertakan, jika tidak ada, bisa cukup ditulis pada saat mendaftar online

      2. Jika tidak ada, tuliskan saja apa kontribusi kecil yg pernah dilakukan meski tidak terlalu nyata. Atau tuliskan rencana kontribusi kamu untuk bangsa dengan apa kamu mau lakukan

  4. Salam mas, saya juga lulusan sarja teknik mesin,
    saya berencana melanjutkan di program studi bidang material/metalurgi.
    namun kebingungan untuk mendapat LoA,
    apakah kampus yg di UK memiliki konsentrasi meterial?
    syarat2 apa yg harus saya siapkan untuk mendapatkan LoA?
    program studi apa yang mas ambil disana?

    Ahsan
    1. Di UK banyak kampus yang menyediakan course untuk material. Mungkin hampir di seluruh kampus UK. Dan bisa dicari course material engineering. Biasanya advanced material engineering

      Untuk mendapat LoA, pastinya hal2 mendasar seperti IELTS yg memenuhi persyaratan minimum, transkrip bahasa inggris dan indonesia, ijasah kedua bahasa juga, passport, surat rekomendasi dari orang bidang terkait, dan motivation letter
      Saya di sini jurusan Advanced Mechanical Engineering konsentrasi Turbomachinery

      Sukses ya!

  5. Hi mas surya,
    saya daniel, sy berencana utk ikut program beasiswa magister LPDP..
    bolehkah sy mnta emailnya utk sy tnya2 mngenai informasi seputar lpdp dgn lbh jelas..
    trma kasih sblumnya..
    Gbu

    daniel johanes hallatu
  6. mas wisnu, say mau lanjut s2 di itb melalui lpdp. apakah calon beswan harus dinyatakan lulus mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa kampus yg dituju sebelum mendaftar lpdp? atau jika udah lulus lpdp udah pasti bisa kuliah di kampus tersebut? trims

    robby
  7. Hai kak wisnu mau bertanya. Untuk syarat LoA ada dibuat sura rekomendasi dari suatu pihak. Itu dosen ya maksudnya ? Bagaimana dengan yg sudh bekerja kak. Bisa dri kntor? Mohon penjelasannya kak. Terimakasih

    lina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *